google-site-verification=uVEf_9xtsH0VXfkVnCuHOzYVi12zQ8CqeRKTjBtUbgI
E-ISSN: 2797-1996 P-ISSN: 2746-8814 Open Access
Articles
Open Access Peer Reviewed

PELAYANAN KESEHATAN IBU HAMIL, MENYUSUI DAN AKSEPTOR KB MELALUI TELEHEATH DENGAN MODEL ON-LINE VIDEO CONSULTATION

Siti Nur Endah Hendayani (Program Studi Pendidikan Kebidanan Program Sarjana Dan Program Studi Program Profesi STIKES Jenderal Achmad Yani Cimahi)
Tri Setiowati (Program Studi Pendidikan Kebidanan Program Sarjana Dan Program Studi Program Profesi STIKES Jenderal Achmad Yani Cimahi)
Article Publication History
Received 01 Feb 2021
Revised 30 Nov 2020
Accepted 30 Nov 2020
Published Online 01 Dec 2020
10.1016/j.ijast.2026.01.0068
899
905
Scholar Citations
28-31

Abstract

Pada Bulan Maret 2020, WHO mendeklarasikan terjadinya pandemi COVID 19.  Berdasarkan data dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 bahwa ibu hamil, bersalin, nifas dan bayi baru lahir termasuk  sasaran yang rentan terhadap infeksi COVID-19. Untuk mencegah penyebaran COVID 19 diberlakukan pembatasan disemua area temasuk  kesehatan ibu yang menyebabkan kurang terpenuhinya pelayanan kesehatan bagi ibu. Tujuan pengabdian masyarakat  adalah pemenuhan kebutuhan ibu hamil, ibu menyusui, remaja dan ibu aksptor KB terkait informasi yang sesuai dengan karakteristik ibu melalui Teleheath dengan model on-line video consultation. Metode pengabdian masyarakat yang digunakan adalah Telehealth  dengan model on-line video consultation melalui aplikasi zoom. Bahan pengabdian masyarakat yang digunakan adalah media interaktif video, lembar balik dan media penyajian power pointSasaran pengabdian masyarakat terdiri dari  12 orang akseptor KB, 5 orang ibu hamil dan 5 orang ibu menyusui, 12 orang akseptor KB. Hasil pengabdian masyarakat menunjukan terjadinya peningkatan pengetahuan sasaran terhadap informasi yang disampaikan sesuai dengan kerakteristik sasaran. Kesimpulan dalam pengabdian masyarakat ini adalah  telehealth mampu memenuhi kebutuhan ibu hamil, ibu menyusui, remaja dan aksesptor KB  akan kebutuhan informasi sesuai karakteristiknya, selain itu layanan pemberian informasi kesehatan melalui teleheath dapat membantu mengurangi resiko penyebaran COVID 19 bagi pasien dan penyedia layanan kesehatan